Banda Aceh – Dinas Perhubungan Aceh memastikan seluruh korban dalam insiden letupan pompa hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 telah mendapatkan penanganan medis dan perawatan yang diperlukan.
Sejak kejadian berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026 pagi, penanganan terhadap korban dilakukan secara cepat bersama pihak terkait, mulai dari Dinas Perhubungan Aceh, ASDP Cabang Banda Aceh, KSOP Malahayati, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan menyampaikan bahwa seluruh biaya dan kebutuhan penanganan korban, termasuk mendatangkan pihak keluarga ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, ditanggung oleh PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator kapal Aceh Hebat 2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi, sekitar pukul 09.40 WIB KMP Aceh Hebat 2 tiba di Pelabuhan Ulee Lheue dari Sabang. Proses penurunan penumpang dan kendaraan berlangsung selama 13 menit. Setelah dipastikan tidak ada lagi penumpang di dalam kapal, sekira pukul 09.56 WIB, sebanyak 16 taruna dari Politeknik Pelayaran Malahayati melakukan kunjungan praktek lapangan ke dalam kapal untuk mengikuti kegiatan pengenalan peralatan yang dipandu oleh Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo.
Pada saat pengenalan alat berupa Electro Motor Hydraulic pintu kedap otomatis di ruang mesin, diduga terjadi letupan yang mengakibatkan 15 orang, terdiri dari 14 taruna Poltekpel Malahayati dan KKM mengalami luka bakar. Penyebab pasti kejadian hingga saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwajib.
Setelah kejadian, para korban segera dievakuasi keluar dari ruang mesin dan dibawa ke Pos Kesehatan Pelabuhan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.
“Pemerintah Aceh turut prihatin atas insiden ini. Saat ini seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan,” ujar Teuku Faisal usai menjenguk korban di RSUDZA bersama GM PT ASDP Banda Aceh, Kepala KSOP Malahayati, dan Direktur Poltekpel Malahayati, pada Jumat (12/6).
Teuku Faisal menjelaskan, kondisi kapal masih berfungsi dengan baik dan saat ini sudah berpindah sandar ke dermaga 2 Pelabuhan Ulee Lheue agar tidak mengganggu pelayanan kapal berikutnya yang akan bersandar.
Dinas Perhubungan Aceh menjadikan insiden ini sebagai perhatian serius dan memastikan pelayanan penyeberangan lintasan Ulee Lheue-Balohan dan sebaliknya tetap berjalan normal. Untuk sementara waktu, operasional penyeberangan dilayani oleh KMP BRR sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju Sabang tetap terlayani dengan baik.
Dinas Perhubungan Aceh juga terus memantau perkembangan kondisi korban dan terus berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry Banda Aceh dan pihak Poltekpel Malahayati untuk memastikan proses penyembuhan korban ditangani dengan baik.
Tertanda,
Humas PPID Dinas Perhubungan Aceh




























