Dana Bantuan Kelompok Tani Diduga Tidak Diterima Utuh, APH Diminta Lakukan Penyelidikan

KOALISI NEWS

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Praktik dugaan pemotongan (penyunatan) dana bantuan pemerintah kembali menimpa sektor pertanian di Kabupaten Gayo Lues.

Kali ini, sebuah kelompok tani di Desa Bukit, Kecamatan Blangkejeren, dilaporkan menjadi korban pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum Pejabat dari Dinas Pertanian setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber tepercaya, kasus ini bermula saat anggaran bantuan sebesar Rp 39 juta berhasil dicairkan dan masuk ke rekening resmi kelompok tani tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, tidak lama setelah dana itu masuk, muncul desakan dari pihak luar.”Setelah uang tersebut masuk ke rekening kelompok, ada orang dari Dinas Pertanian yang meminta bagian sebesar Rp 10 juta rupiah,” ungkap sumber tepercaya yang identitasnya minta dirahasiakan, Jumat (20/7/2026).

Nilai potongan yang mencapai hampir 40 persen dari total bantuan ini dinilai sangat memberatkan dan mencederai hak para petani yang membutuhkan modal untuk produktivitas lahan mereka. Menurut aturan, dana bantuan pertanian yang ditransfer langsung ke rekening kelompok tani wajib dipergunakan sepenuhnya sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tanpa boleh dikurangi sepeser pun.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues terkait tudingan penarikan “uang komitmen” tersebut.

Masyarakat dan pengamat kebijakan daerah mendesak aparat penegak hukum, baik Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues, untuk segera turun tangan mengusut tuntas informasi ini agar tidak menjadi preseden buruk bagi penyaluran bantuan pemulihan ekonomi sektor pertanian di Negeri Seribu Bukit. (*)

Berita Terkait

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo
Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP
Miris! Ternyata Kapolrestabes Medan Sering Bohongi Keluarga Korban Pencurian Yang Jadi Tersangka Usai Nangkap Maling ?
Komitmen Zero HALINAR. Lapas Narkotika Langkat Lakukan Pemeliharaan Berkala Perangkat Jammer
Prosesi Adat Meriah, LAMR Meranti Serahkan Datuk AKBP Aldi Alfa Faroqi ke LAMR Rokan Hilir
Kompak Pakai Caping, Kapolsek Tapung Hilir Bersama BPP dan PT SEBAL Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan
16 WNA Uzbekistan Terdampar di Alor, Ini Kata Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Saroha Manullang

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:10 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:14 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

Dana Bantuan Kelompok Tani Diduga Tidak Diterima Utuh, APH Diminta Lakukan Penyelidikan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:43 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:57 WIB

Komitmen Zero HALINAR. Lapas Narkotika Langkat Lakukan Pemeliharaan Berkala Perangkat Jammer

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:07 WIB

Prosesi Adat Meriah, LAMR Meranti Serahkan Datuk AKBP Aldi Alfa Faroqi ke LAMR Rokan Hilir

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:55 WIB

Kompak Pakai Caping, Kapolsek Tapung Hilir Bersama BPP dan PT SEBAL Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:26 WIB

16 WNA Uzbekistan Terdampar di Alor, Ini Kata Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Saroha Manullang

Berita Terbaru